Infoindomaju.com - PAREPARE -pembangunan Kampung Nelayan di LumpuE Kota Parepare dalam pelaksanaa pekerjaan buat talut penahan ombak dan saluran air.
Untuk tambakan perahu nelayan sementara dikerjakan .
Untuk Kota Parepare saat ini ada *2 Kampung Nelayan* yang jadi fokus - *Cempae dan Lumpue*.
Lokasi pembangunan TPI di tonrangeng lumpue tempatnya cukup strategis menurut pantauan andi walinono.
Warga sangat senang karena nantinya pengunjung pembeli banyak berdatangan ke TPI ini membeli ikan segar.
Kampung Nelayan di *Lumpue* statusnya masuk Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat - wilayah pesisir pantai yang memang mata pencaharian warganya rata-rata nelayan, pedagang dan buruh harian lepas.
Pembangunan terbaru yang paling aktif diberitakan adalah *Kampung Nelayan Cempae* yang jadi model, tapi polanya sama untuk Lumpue:
*Konsep Pembangunannya:*
- Bukan cuma bangun rumah, tapi penataan kawasan permukiman pesisir yang lebih tertata + pusat ekonomi perikanan
- Fasilitas: Tempat Pelelangan Ikan (TPI) / Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), pabrik es, bengkel nelayan, dermaga, cold storage dan sentra pengolahan ikan.
*Update terbaru 29 September 2026:*
Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Penasihat Menteri KKP RI meninjau Kampung Nelayan Cempae. Warga mengaku bersyukur karena sudah mudah dapat fasilitas lewat Kampung Nelayan ini.
Kendala utama sekarang adalah *akses jalan*. Pemkot sudah mengusulkan ke Pemprov Sulsel untuk perbaikan Jalan Provinsi menuju kawasan Kampung Nelayan agar distribusi ikan lebih lancar.
Program ini masuk dalam *Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)* dari KKP. Tahun 2027 pendekatan diubah - tidak hanya bangun fisik tapi disesuaikan dengan aktivitas ekonomi masing-masing wilayah. Parepare disebut sebagai pusat pemberdayaan karena punya dua kampung nelayan.
Kalau yang Lumpue spesifik, itu bagian dari Kawasan peruntukan perikanan tangkap dengan jalur 0-4 mil dan pengembangan budidaya terumbu karang di Lumpue.






