PAREPARE - INFO INDONESIA MAJU, - Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Prodi Parepare Poltekkes Kemenkes Makassar sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Aula Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema, Interprofessional Collaboration (IPC) Berbasis Keluarga ini difokuskan untuk menekan angka stunting melalui pendekatan komprehensif yang menempatkan keluarga sebagai garda terdepan. Program ini memperkenalkan inovasi edukasi bertajuk "3 Jari Stuntingku Zero" tiga aspek esensial untuk mencegah dan menurunkan stunting secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif ini diikuti oleh 59 peserta yang terdiri dari unsur mitra, Ketua RW/RT, kader kesehatan, ibu rumah tangga, remaja, hingga tim penanganan stunting kelurahan. Tim pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Makassar terdiri dari Dr. Edi Hasan, MM.Kes, MM.Kep, Ners, Dr. M. Natsir, MM.Kes, Ners, Ike Nurjana, S.Kep, Ns, M.Kep, serta sejumlah mahasiswa yaitu, Muhammad Al Farok, Lisdayanti, dan Natasya.
Konsep "3 Jari Stuntingku Zero" Ketua tim dosen, Dr. Edi Hasan, menjelaskan bahwa pencegahan stunting yang memiliki berbagai faktor penyebab (multifactorial) memerlukan pelayanan kesehatan komprehensif dari lintas profesi secara simultan. Melalui pendekatan 3 Jari Stuntingku Zero, edukasi dibagi menjadi tiga pilar utama dengan rincian sebagai berikut:
1. The Right Time (Waktu yang Tepat): Meliputi fase krusial pencegahan, yakni saat ibu hamil, masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga rentang usia anak 2–5 tahun.
2. The Right Family Role (Peran Keluarga): Keluarga diharapkan mampu melakukan deteksi dini tumbuh kembang balita, menerapkan pola asuh yang adekuat, serta mengendalikan sanitasi lingkungan yang sehat.
3. The Right Intake (Asupan Gizi Tepat): Prioritas asupan gizi untuk mencegah stunting, seperti konsumsi makanan kaya protein hewani, omega 3, serta susu dan produk olahannya.
Kolaborasi lintas profesi kesehatan—meliputi perawat, bidan, tenaga gizi, dan sanitarian—dihadirkan untuk mendampingi keluarga sasaran secara berkelanjutan, mulai dari tahap identifikasi masalah, perencanaan, hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan.
Dukungan Penuh Pemerintah Kelurahan dan Antusiasme Warga Lurah Galung Maloang, Eka Siswanto Pratama, S.ST, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini di wilayahnya yang menjadi salah satu lokus penanganan stunting.
"Kami sangat terbuka dan sangat berharap agar pihak kampus dapat mengambil bagian pada upaya pencegahan stunting di kelurahan kami. Bahkan kami mengusulkan agar edukasi pencegahan stunting ini dapat dijadwalkan secara rutin pada kegiatan Posyandu," ungkap Eka.
Antusiasme juga terlihat dari para warga yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, khususnya pemahaman bahwa pencegahan stunting tidak harus memerlukan biaya mahal.
"Kami merasa sangat terbantu. Ternyata makanan bergizi untuk mencegah stunting itu terjangkau dan yang penting tepat sasaran serta kaya protein hewani seperti telur dan ikan," pungkas salah seorang warga.
Melalui kegiatan yang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, Kelurahan Galung Maloang yang telah lama menjadi wilayah binaan Poltekkes Kemenkes Makassar diharapkan mampu mencetak keluarga yang mandiri secara pengetahuan, sikap, dan psikomotor dalam mewujudkan generasi bebas stunting. (/*)




