Berdasarkan informasi sejarah, Presiden pertama Republik IndonesiaIr. Soekarno, pernah berkunjung ke Kota Parepare, Sulawesi Selatan, salah satunya yang tercatat penting adalah pada tahun 1950-an (khususnya kunjungan yang berkaitan dengan penyatuan kembali NKRI setelah masa RIS/Republik Indonesia Serikat).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Bung Karno ke berbagai wilayah di Sulawesi Selatan untuk menyapa rakyat dan memperkuat persatuan bangsa.
Wikipedia
Catatan: Kota Parepare secara resmi menjadi Kotamadya pada 17 Februari.
Catatan tambahan:
Kunjungan Bung Karno ke Sulawesi Selatan sering terkait dengan konsolidasi negara pasca-kemerdekaan dan kunjungan kerja di era 1950-an hingga awal 1960-an.
Parepare sendiri resmi menjadi kota madrasah (kota besar) pada 17 Februari 1960.
Website Provinsi Sulawesi-Selatan
Dari kota inilah Belanda bermarkas dan secara bertahap memperluas pengaruhnya ke wilayah timur serta utara Sulawesi Selatan. Kawasan Ajatappareng pada masa itu berpusat secara administratif di Parepare.
Pada zaman Hindia Belanda, Parepare berstatus sebagai Afdeling Parepare yang mencakup lima Onder Afdeling. Wilayah tersebut meliputi Barru, Sidenreng Rappang, Enrekang, Pinrang, dan Parepare sendiri.
Di setiap Onder Afdeling berkedudukan seorang Controlur atau Gezag Hebber sebagai pimpinan pemerintahan kolonial. Struktur tersebut juga dibantu aparat raja-raja Bugis seperti Arung Barru dan Addatuang Sidenreng.
Struktur pemerintahan kolonial tersebut berjalan hingga pecahnya Perang Dunia II sekitar tahun 1942. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, struktur pemerintahan kemudian disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Komite Nasional Indonesia.
Selanjutnya melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1948, struktur pemerintahan kembali mengalami penyesuaian signifikan. Di daerah hanya terdapat Kepala Daerah atau Kepala Pemerintahan Negeri tanpa lagi jabatan Asisten Residen.
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959, empat Onder Afdeling berubah menjadi Kabupaten Tingkat II. Sementara Parepare berstatus Kota Praja Tingkat II Parepare yang kemudian berubah menjadi Kotamadya.
Setelah berbagai perubahan nomenklatur tersebut, status Kotamadya akhirnya berganti menjadi Kota hingga sekarang. Berdasarkan pelantikan H. Andi Mannaungi pada 17 Februari 1960, tanggal itu resmi ditetapkan sebagai hari jadi.
Infoindomaju.com- PAREPARE-TerCatat dalam Sejarah tidak difungkiri bahwa Kota Parepare adalah Kota Besar setelah Makasar.
Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. SOEKARNO Berkunjung ke Kota Parepare pada tahun 1953 dan 1962 berkesan.
Masyarakat Pare-pare sangat antusias menyambut kedatangan Presiden Pertama Republik Indonesia Ir.Soekarno.
Kehadiran Presiden Soekarno dilapangan Stadion Andi Makkasau Parepare berdiri diatas puncak terbune bergetar berpidato memberikan Semangat pada masyarakat Rakyat Kota Parepare seAjattapareng. MERDEKA sekali Merdeka tetap Merdeka.
Rombongan berdialog dengan para petani ...
... berkunjung ke Parepare, Sulawesi Selatan, tahun 1962. IPPHOS. Bung Karno menyatakan persoalan pangan sebagai "soal hidup matinya bangsa”.




